Jakarta-Lembang-Ciwidey-Jakarta
Nafsu birahi untuk melakukan perjalanan bersama rekan-rekan satu kosan akhirnya terwujud juga. Kosan kami akhirnya memilih Bandung sebagai tempat melampiaskan nafsu bejad itu, karena selain jalan2, salah seorang anggota tim pemburu nafsu juga sekalian membeli velg.
Keberangkatan jam 7 pagi (banget!), dan sampai di Bandung sebelum makan siang, mampir ke tempat velg sebentar, baru petualangan dimulai :D.
Lembang
Meluncur ke TKP dari Bandung kota dan langsung saja kami mencari penginapan, karena kami khawatir terhadap keperjakaan kami bila nanti malam sudah larut dan kami belum mendapat hotel. Hotel yang beruntung untuk kami sambangi ada dua, Hotel Pelangi dan Hotel Buah Sinuan. Berhubung Hotel Pelangi terlihat lebih mirip kayak rumah sakit (jiwa) daripada hotel, akhirnya kami memilih Hotel Buah Sinuan (Jl. Grand Hotel No 34). Hotel Buah Sinuan lumayan rapih dan bersih koq, tarifnya juga manusiawi 165rb + 40rb (ekstra bed).
Perut yang meraung-raung kemudian membawa kami menyusuri jalan ke arah Bandung kota lagi, se-belok dua belok, bersualah kami dengan Restoran Saung Pengkolan (Jl. Raya Lembang Km 12,3). Makanannya? lumayan, tapi harganya cukup menohok juga, satu orang menghabiskan sekitar 30rb, namun karena ini masih daerah wisata, rasanya masih wajar.
Setelah mengisi logistik saya dan rekan-rekan langsung meluncur kembali ke hotel untuk melakukan uji tekan dan uji tahan terhadap kasur, barangkali nanti malam digunakan untuk pekerjaan berat. Setelah sekitar satu jam melakukan uji tekan yang intensif terhadap kasur, kami meluncur ke Gunung Tangkuban Perahu, 45 Menit perjalanan tidak begitu terasa koq, dan Gunung Tangkuban Perahunya lumayan worthed untuk perjalanan tadi.
Dari Tangkuban Perahu kami menuju Ciater untuk mencari pemandian air panas, cukup jauh juga perjalannya, sekitar 45 menit dari Gunung Tangkuban Perahu. Di sini, kami menemukan dua pemandian air panas, Sariater Spa and Resort dan Ciater Spa and Resort. Harga tiket masuk kedua tempat tersebut hampir sama, bedanya bila anda mencari kolam untuk benar-benar berendam (sampe masukin kepala), saya sarankan masuk ke Ciater Spa and Resort, namun bila hanya ingin basahin kaki dan bermain air, Sariater akan mewujudkan hasrat anda tersebut dengan harga yang lebih masuk akal. Kembali ke hotel, kami makan malam di warung nasi bakar dekat hotel (jalan agak ke arah pasar sebentar), harga makanannya murah (satu orang sekitar 15rban), tapi rasanya canggih.
note : tarif di Tangkuban Perahu, saya lupa tepatnya, sekitar 15rban + tarif masuk mobil, sedangkan tarif di Sariater juga sama, namun bila ingin masuk kolam rendam masih bayar lagi 20-30rb (ada dua macam kolam rendam), kecuali bila cuma ingin kolam yang cetek, ga usah bayar lagi.
Ciwidey
Balet, itu bakat saya, oleh karena itu saya tidak begitu mahir dalam memberitahu arah. Jadi lebih baik saya meng-copy paste-kan petunjuk arah dari forum detik :
Dari Jakarta, setelah masuk tol Cipularang, ambil tol keluar Kopo, lalu belok kanan, lurus saja terus. Petunjuk jalan menuju Kawah Putih bisa dibilang tidak ada, bahkan papan petunjuk arah Ciwidey pun agak membingungkan. Tetapi yg penting arah Kawah Putih itu lurus saja terus. Di daerah Soreang akan ada jalan cagak, kanan forbidden , kita ambil kiri tapi lalu belok kanan lagi, kembali ke jalur forbidden tadi. Dari situ perjalanan masih cukup jauh. Tetapi guys …worthed banget lah jauhnya dengan pemandangan Kawah Putih yang luar biasa. Jadi urutannya setelah Kopo - Soreang - Kabupaten Bandung - Ciwidey.
http://forum.detik.com/showthread.php?t=27594&page=2
Perjalanannya lumayan lama, dari hotel di daerah lembang jam setengah 8, sampe di ciwidey jam 11an, tapi worthed koq, soalnya Kawah putihnya, cantiiiiiik buanget,, sayang agak mendung, kalo ga warna langit biru yang berjodoh sama warna airnya bakal bikin tambah cantik, apalagi kalau pada bawa kamera yang serius.
Bertolak dari ciwidey jam dua siang dan mencapai TKP-jakarta, sekitar jam 4an. Dengan ini, trip kali ini dinyatakan sukses! Ada yang mau mengikuti jejak kami
?
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.






jadi, janda kampung pa yang biasa aja gan??
oleh olehnya dong? (padahal saya orang bandung hihihihi
)