Panduan singkat membeli VGA card

Nvidia Vs ATI
Memilih jeroan dari sebuah desktop PC menyajikan tantangan menarik, dan VGA adalah salah satu jeroan yang mengalami perkembangan sangat cepat, seiring dengan melubernya game-game terbaru yang makin intensif menyiksa VGA.
Belajar dari pengalaman, saya merasa bahwa jeroan dari komputer yang paling cepat terasa usangnya adalah VGA atau biasa dikenal dengan GPU, oleh karena itu saya ingin berbagi pengalaman lewat sebuah guide singkat memilih VGA here goes….
1. Teknis Platform : ya, saya bisa memberi tahu harus membeli GPU macam apa, namun anda harus yakin bahwa GPU tersebut nantinya bisa dipasang dan berjalan baik di komputer anda. Yang perlu diperhatikan dari ikhwal teknis platform ini adalah
a. Slot GPU : sampai sekarang terdapat dua slot GPU yang masih beredar PCI express (PCI-e) dan AGP. Slot AGP sudah semakin langka dan tampaknya akan segera punah. Sedangkan slot PCI-e terdapat dua macam PCI-e 2.0 dan PCI-e 1.0, anda tidak perlu khawatir selama slot yang anda gunakan adalah PCI-e, karena PCI-e 2.0 backward compatible dengan PCI-e 1.0.
b. Power Supply: Bila anda memasangkan VGA monster sekelas ATI HD 4890 dengan power supply bawaan casing simbadda, maka power supply anda dipastikan tidak bisa nyala sama sekali. Oleh karena itu perhatikanlah GPU yang akan anda beli, sesuaikan dengan kemampuan power supply anda.
Sekedar gambaran kasar untuk VGA kelas value anda bisa menggunakan power supply SAGA/SAGA II 400 W, atau Acbel 400 W. untuk VGA kelas menengah, anda harus mulai menggunakan power supply dengan effisensi 80% keatas dengan kemampuan setrum paling tidak 500W, saya menyarankan Blue Storm II 500 W(bila sulit dicari, bisa digunakan Blue Storm Pro), atau Corsair VX 550W, dan untuk GPU kelas kakap sebaiknya menggunakan Power Supply 600 W keatas dari Silverstone ataupun merek lain, tentunya dengan efisiensi 80 %.
Bagaimana mengetahui suatu power supply memiliki effisiensi 80%? Cara termudah adalah jalan-jalan ke forum-forum komputer indonesia (saya menyarankan forum oprekpc.com/forum). Cara lain iyalah dengan melihat harganya, sebuah power supply seharga 400ribu dengan kemampuan setrum sampai 500W berarti power supply tersebut hanya cocok untuk menjadi pemberat kertas.
c. Platform Bottle Neck: Memasangkan GPU Monster dengan CPU kelas kampret akan membuat CPU anda minder dan suicidal, oleh karena itu, selalu perhatikan keseimbangan dari sistem anda. Saya tidak bisa membahas lanjut tentang bottleneck ini, karena topiknya adalah GPU, tapi anda bisa melakukan proses kira-kira bila pentium 4 dipasangkan dengan ATI HD 4870 niscaya akan bottleneck.
2. Teknis GPU: yang sering menjadi kesalahan dalam memilih GPU adalah calon pembeli hanya melihat VRAM dari GPU tersebut. Namun sebenarnya yang perlu mendapat perhatian tidak hanya VRAM, melainkan Stream Processornya, clock memorynya, memory bandwithnya. Wuih rumit! Memang, karena itu jauh lebih baik anda melihat tabel dibawah ini, tabel tersebut menerangkan kelas-kelas dari tiap-tiap GPU. Jauh lebih mudah di mengerti.
Mudahnya pasar GPU terbagi tiga kelas, yaitu kelas value (low-end), kelas mid-end dan kelas high end. Pembagian kelas ini dapat dengan mudah diamati lewat harga dari GPU itu sendiri. Sebuah GPU low-end sekarang berkisar antara 300ribu sampai dengan satu juta rupiah, sedangkan yang mid-endnya bisa mencapai harga 3 juta rupiah, dan yang high end naik-naik kepuncak gunung sampai 6-7 juta rupiah.
Nah anda bisa melihat pembagian kelas lewat harga ini di situs2 komputer online, bandingkan kelasnya (low, mid, high) dengan budget dan kebutuhan anda.
3. Teknis kebutuhan: membeli sebuah GPU monster namun hanya memainkan game sekelas zuma seperti memiliki ferari di bekasi, cuman jadi pajangan! oleh karena itu bila memang hanya diperuntukan memainkan game zuma dan membuka facebook saya sarankan gunakan GPU onboard saja.
Yang perlu menjadi perhatian lain adalah monitor yang anda miliki, bila memang hanya memakai Monitor 14 ” dengan resolusi yang mentok di 1024×768, walaupun memainkan game kelas berat, tidak perlulah memakai GPU monster, cukup GPU kelas mid atau low-end saja.
4. Teknis pembelian: setelah menentukan pilihan GPU anda, pertama lakukan konfirmasi dengan menanyakan tentang GPU pilihan anda tersebut di forum-forum komputer, karena mereka biasanya punya pengalaman tentang GPU yang akan anda beli.
Kedua lakukan research harga online, cek harga di rakitan.com, viraindo dan toko-toko online lain. Dari sini anda akan mendapat gambaran kasar tentang harga yang akan anda dapatkan di toko nanti.
Ketiga lakukan research langsung, cek tiga toko saja, tidak perlu banyak-banyak karena rata-rata harganya sama. Bila anda ke Dusit (Mangga Dua), saya sarankan mencoba di sigma (lantai 1, dekat ATM BCA) dan HJ Komputer (lantai 2 dekat tangga turun).
Keempat have fun hunting GPU!
Well, panduan singkat is supposed to be singkat right? Jadi itulah poin-poin yang perlu diperhatikan, ada yang punya poin untuk ditambahkan dalam membeli VGA?
ps. card hierarcy diambil dari tomshardware klo ga salah, udah lupa soalnya dah lama banget.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.







Kalau mobo saya ASUS P5VDC-X support AGP8x dan PCI-EX x16, PSU Simbadda 400W bawaan casing, P4 3.0 Ghz dan GPU ATI Radeon 9550.
Saya ingin Upgrade GPU terbaik yg bisa dengan spec seperti it apa yah? yang paling saya kawatirkan memang PSU ny.
Gmn dengan: Gecube RADEON HD2600PRO DDR2 512MB AGP ato
HIS HD 3850 512MB (256bit) GDDR3 AGP ap msh mendukung?
Terima Kasih
^ dari pilihan anda 3850 jelas lebih baik, P4 pastinya bottleneck sedikit, akhir yang menjadi masalah adalah PSUnya. maen game berat ato cuma sekedar saja?
saya juga dulu pernah terjebak salah jaman begitu, namun dengan harga 3850 (7rts-8rts ribu kan? ), lebih baik langsung membeli 4670, yang jelas lebih hemat daya daripada 3850.Satu lagi lebih baik membeli yang PCI Ex bila memang mendukung PCI Ex.